pendidikan | Unsorted

Telegram-канал pendidikan - Pendidikan Merdeka Belajar

3367

Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung

Subscribe to a channel

Pendidikan Merdeka Belajar

rmat saya,
Putra bangsa yang bertanya kepada presidennya
Samsul Pasaribu
syamsulpasaribu@yahoo.co.id (wwn/wwn)

http://m.detik.com/news/opini/3267178/surat-terbuka-untuk-presiden-atas-penggantian-mendikbud

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Jakarta - Kepada YTh:
Bapak Presiden Republik Indonesia
Ir. H. Joko Widodo
Di Jakarta

Alhamdulillah, rencana Bapak untuk melakukan reshuffle kabinet sudah berjalan dengan baik. Yang pertama merasa senang dengan reshuffle ini adalah tentunya bapak presiden sendiri. Selanjutnya tentu menteri-menteri yang baru saja bapak lantik dan masuk dalam jajaran kabinet kerja Bapak.

Berikutnya para menteri yang tidak kena imbas reshufle jilid II dan terakhir adalah partai politik yang akhirnya dapat jatah menteri setelah memutuskan berada dalam satu kapal dipemerintahan Bapak.

Bapak Presiden yang saya banggakan,
Saya menyadari betul bahwa mengangkat dan memberhentikan menteri adalah hak prerogative Bapak sebagai presiden. Hal itu jelas sekali diatur dalam konstitusi kita UUD 1945.

Namun, hak itu tentunya sebagai bangsa yang menganut paham ketimuran tidak bisa dilakukan dengan membabibuta bukan?

Sulit bagi saya untuk memahami dengan kepala dingin dan hati yang jernih kenapa Bapak akhirnya mengganti sejumlah tokoh besar dan berkinerja baik dalam pemerintahan Bapak.

Saya tidak akan membahas satu persatu nama-nama besar itu. Cukuplah sebuah nama yang familiar bagi saya, Bapak Anies Baswedan yang saat itu menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sebagai manusia biasa saya yakin Anies Baswedan punya kelemahan. Namun, sepanjang yang saya tahu selama 20 bulan menahkodai kapal yang bernama Kemendikbud RI, beliau tidak sekali pun melakukan blunder yang mengancam dan merusak citra dan nama baik Bapak.

Dibawah komandonya, untuk pertama sekali saya menyaksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan benar-benar bekerja berdasarkan semangat pendidikan itu sendiri.

Tidak pernah terkesan ada intervensi politik atau bekerja berdasarkan pesanan penguasa layaknya kepemimpinan-kepemimpinan terdahulu.

Dibawah kepemimpinannya, Kemendikbud telah kembali kepada jatidirinya dengan satu kesimpulan besar bahwa pendidikan orientasinya bukan pada angka.'

Walaupun angka tetap penting namun jauh lebih berharga dari itu pendidikan kita harus mencerminkan nilai-nilai berdasarkan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Saya yakin, jika nilai pendidikan itu ditentukan oleh angka maka akan sangat mudah bagi Anies Baswedan melahirkan kader-kader bangsa yang punya angka maksimal untuk semua mata pelajaran.

Namun, nilai pendidikan itu terletak pada nilai itu sendiri seperti keluhuran, kejujuran, budi pekerti, akhlaqul karimah dan sifat-sifat mulia lainnya.

Karena jika tujuan pendidikan kita ada pada angka, bangsa ini akan melahirkan generasi robot yang hanya nurut pada yang mengkontrolnya.

Namun andai nilai menjadi tujuan pendidikan kita maka generasi muda bangsa ini akan tumbuh menjadi manusia yang arif dan bijaksana, mengetahui salah dan benar, memahami esensi pembangunan dan tujuan serta cita-cita kemerdekaan.

Bapak Presiden yang terhormat,
Mengelola pendidikan tentu tidak sama dengan mengelola hal-hal lainnya. Karena pendidikan adalah kekuatan masa depan bangsa itu sendiri sehingga perlu pondasi yang dibangun dengan kokoh, penuh perhitungan dan berkesinambungan.

Bapak mungkin setuju bahwa asset terbesar bangsa ini bukan pada sumber daya alamnya, namun pada manusianya. Maka perlu ada semangat yang sama dalam mengembangkannya dan Anies Baswedan sedang menyalakan semangat itu tapi sayangnya Bapak memadamkannya dan memutusnya ditengah jalan.

Bapak presiden,
Guru saya pernah berkata, "Kita paling lama butuh waktu 3 tahun untuk mengajari orang membaca, menulis dan berhitung. Akan tetapi kita butuh waktu seumur hidup kita untuk menjadikan orang jujur dan berkarakter".

Kata bijak ini tentu mengisyaratkan kalau urusan pendidikan bukanlah urusan mudah. Namun sebuah gerakan semesta kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan terus menerus.

Bapak Presiden,
Sejak SMA dulu saya tidak pernah merasakan perbedaan kebijakan setiap menteri yang silih berganti, bahkan kehadiran para menteri itu tidak terasa hingga ke kami yang kala itu masih pelajar tingkat SMA.

Namun, saat kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diamanahkan kepada Bapak Anie

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Bila penilaian belajar berupa pilihan ganda, anak-anak akan belajar mengisi pilihan ganda dengan benar. Bila penilaian belajar hanya mengukur aspek kognitif, anak-anak akan belajar menguatkan kemampuan kognitifnya. Bila penilaian belajar berupa presentasi ketekunannya, anak-anak akan belajar menekuni kegemaran dan menghargai proses belajarnya. Bila penilaian belajar menilai kontribusi pada masyarakat sesuai potensi diri, anak-anak akan belajar mengembangkan potensi diri agar bisa bermanfaat buat masyarakat. Bentuk penilaian belajar akan menentukan arah proses dan perilaku belajar anak. Itulah pentingnya Suara Anak sebagai alternatif penilaian belajar anak. Sumber: http://temantakita.com/penilaian-belajar/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Surat Terakhir Menteri Anies Baswedan

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Daftar di Suara-Anak.TemanTakita.com
Narahubung: Nindia Nurmayasari : 0813 3060 2885

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

#‎SuaraAnak telah berlangsung enam kali. Setiap kalinya, saya menyaksikan anak-anak yang menakjubkan semangat belajarnya. Belajar bukan sebatas artian akademis, tapi mengembangkan potensinya. Mereka gemar, mereka tekun, mereka berhasil mengatasi rasa malas, bosan atau kesenangan yang lain. Mereka berhasil mengelola dirinya.

Awalnya, saya hanya berharap menyaksikan anak-anak yang tekun belajar. Tapi dari enam kali Suara Anak, saya menyaksikan anak-anak yang melampui harapan saya. Saya ingin memberi kesempatan pada mereka yang telah menunjukkan ketekunan yang lebih.

Karena itu, Suara Anak Ketujuh menghadirkan 3 kategori yaitu Kegemaran (sama seperti format awal), Karya dan Misi Sosial. Kategori Karya hadir untuk menghargai anak-anak yang tekun dan menghasilkan karya. Kategori Misi Sosial hadir untuk menghargai anak-anak yang tekun menjalankan misi yang bermanfaat buat masyarakatnya.

Apakah ada anak yang ikut ketiga kategori itu? Saya yakin ada. Dan saya percaya, kalau kita sebagai orang dewasa mempertahankan keyakinan positif maka anak-anak akan mengarah untuk mewujudkan keyakinan tersebut.

Suara Anak Ketujuh ini diadakan di Surabaya tapi bisa diikuti oleh daerah lain yang bersedia hadir secara mandiri. Suara Anak berikutnya akan hadir di daerah-daerah lain, teman-teman relawan terus bergerak di Malang, Semarang, Bandung, dan Depok. Dan semoga semakin banyak daerah yang mengadakan Suara Anak.

Bantu #SuaraAnak untuk menemukan anak-anak yang menekuni kegemaran, berkarya dan menjalankan misi sosial

Daftar di Suara-Anak.TemanTakita.com

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Ada komentar di tulisan saya sebelumnya tentang kurangnya sekolah untuk orang tua agar dapat mendidik anak. Komentar yang mengingatkan saya pada suatu kelas yang pernah saya ikuti.

Kelas itu adalah pelatihan menjadi HR generalist. Pada topik "Training & Development" sang trainer menanyakan pertanyaan yang buat saya paling mendasar, yakni, "Siapa bertanggungjawab mengadakan training untuk karyawan?"

Diskusi bergulir dengan riuh argumen para peserta. Ada yang menyebut itu adalah tanggung jawab perusahaan, karena jika mau produktivitas meningkatkan maka kompetensi wajib ditingkatkan. Akur.

Ada juga yang sebut Manajer HRD-lah yang paling bertanggungjawab, karena pengelolaan SDM sepenuhnya berada di atas kendalinya. Okelah, meskipun agak... "ah sudahlah..."

Argumen lain terlontar, kalau bicara tentang tanggung jawab training tentu Training Officer yang paling bertanggung jawab. Lha wong nama jabatannya saja mengandung kata "Training". Ya sudah kita terima saja pendapat ini dengan senyum simpul.

Peserta lain mencoba kembali meluruskan bahwa atasanlah yang bertanggungjawab mengembangkan karyawan. Pasalnya, atasan mengetahui secara langsung apa yang dibutuhkan di dalam timnya karena dialah yang berinteraksi sehari-hari dengan karyawan. Interaksi membuat atasan jauh lebih paham apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak dibutuhkan oleh anak buahnya daripada sekedar training officer atau manajer HRD. Tepuk tangan membahana.

Gegap-gempita itu redup saat dilontarkan pertanyaan kedua, "apakah kita, sebagai karyawan, mau meletakkan tanggung jawab pengembangan diri kita kepada orang lain?"

Pontang-panting peserta kembali merapikan nalarnya. Seakan terbangun dari tidur ayam, kepala para peserta mendongak mencari penjelasan lebih lanjut yang tak kunjung keluar.

Sepercik cerita itu merambati jaringan akal saya pagi ini. Bagai menemukan "eureka" untuk kesekian kalinya, saya sekali lagi mengajak setiap orang tua untuk tak pernah putus belajar. Apalagi yang berkebutuhan mengembangkan bakat anaknya. Jika kita belum menemukan referensi yang tepat minimal baca dulu buku Bakat Bukan Takdir. Hehe :)

Atau jika ingin belajar bersama, silahkan hadir di kelas pengembangan bakat. Tidak ada yang salah dengan semua itu jika kita peduli dengan masa depan anak. Poin pentingnya, bila ingin anak kita memiliki bakat dan karier cemerlang maka kita butuh mengembangkan diri dan kemampuan kita menjadi
#‎PendidikMenumbuhkan.

Salam Menggemaskan

Andrie Firdaus
Penulis buku Bakat Bukan Takdir


Sumber: http://bit.ly/296DoKB

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Tahap Tumbuh Kembang Bakat Anak
http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/tahap-tumbuh-kembang-bakat-anak

Pernah merasa khawatir dengan masa depan anak Anda? Apa pekerjaannya kelak? Apa profesi yang tepat untuknya? Bukik Setiawan, ahli bakat anak, penulis buku Bakat Bukan Takdir, menuturkan pengalamannya menemani tumbuh kembang bakat putrinya, Ayunda Damai (10). Berikut kisahnya.

Asyiknya Eksplorasi
Sejak Damai kecil, kami memberi banyak stimulasi dalam bentuk permainan. Permainan yang kami maksud adalah aktivitas menantang tanpa target khusus. Semangatnya lebih pada eksplorasi, agar anak mendapat kesempatan mencoba beragam aktivitas. Kami membacakan cerita dari buku, agar anak mengeksplorasi kecerdasan aksara. Kami ajak bermain lego, agar anak mengeksplorasi kecerdasan logika dan imajinasinya. Di lain kesempatan, Damai melihat latihan menari agar dia mengeksplorasi kecerdasan tubuh dan musik. Kami juga mengenalkannya tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar, agar dia mengeksplorasi kecerdasan alam. Bermain flying fox? Ya! Agar anak merasakan kecerdasan tubuhnya. Agar mengenal kecerdasan musiknya, Damai kami ajak bermain gamelan.

Sementara, agar dia mengenal kebutuhan dan aspirasinya, serta kecerdasan diri, kami banyak mengajukan pertanyaan dan meminta pendapatnya. Saya mendongeng interaktif agar Damai bisa merasakan kecerdasan aksara dan kecerdasan relasi. Dan, masih banyak lagi pilihan aktivitas yang kami kenalkan kepadanya. Meski bertujuan eksplorasi, manfaat aktivitas-aktivitas bermain sebenarnya lebih besar lagi. Bermain mungkin terkesan tidak serius. Tapi melalui permainan, perilaku alami anak justru muncul. Selain anak gembira bermain, kami pun jadi lebih memahami anak.

Siklus Perkembangan Bakat Anak
Setelah eksplorasi, lalu apa yang harus saya lakukan? Bingung. Lalu, saya mencoba mencari bermacam referensi lewat buku dan internet. Sampai suatu ketika saya menemukan penjelasan dari Howard Gardner, seorang profesor psikologi pendidikan sekaligus konseptor dari teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Gardner menjelaskan tahapan sejak awal anak mengenali kecerdasan majemuk hingga tahap kreatif. Sayangnya, penjelasannya terlalu singkat, hanya dua halaman. Penjelasan pokok-pokoknya saja, tapi tidak menjabarkan apa yang harus saya lakukan sebagai orang tua dalam menyiapkan anak untuk berkarier cemerlang.

Berdasar kesulitan tersebut, saya menyusun sebuah konsep yang saya sebut sebagai Siklus Perkembangan Bakat. Fase awal dari siklus ini telah kami praktikkan pada anak. Fase akhir dari konsep ini sudah saya praktikkan sendiri, sehingga saya pun berani mundur sebagai PNS (Dosen). Siklus perkembangan bakat, terdiri dari 4 fase. Diawali dari fase eksplorasi (0 - 7 tahun), belajar mendalam (7 - 13 tahun), arah karier (Di atas 13 tahun) hingga fase berkarier (di atas 18 tahun).

Ajak Anak Mengenal Dirinya
Pada fase eksplorasi, fase yang telah saya lakukan bersama anak, ada 3 tugas yang harus dilakukan orang tua yaitu stimulasi, kenali dan refleksikan kecerdasan majemuk anak. Setelah memberikan stimulasi dan mengenali kecerdasan majemuk sebagaimana saya ceritakan di awal tulisan, saya pun lakukan refleksi bersama Damai. Prosesnya sederhana, ngobrol kecil bersama Damai, tentang maskot-maskot kecerdasan majemuk yang saya buat sendiri. Dari obrolan ringan ini, membantu anak untuk lebih mengenal kelebihan dirinya.

Fase berikutnya adalah fase belajar mendalam. Ada 4 tugas perkembangan bakat, yaitu fokus belajar, gemar belajar, tekun belajar dan belajar mendalam. Fokus belajar adalah proses memandu anak untuk menentukan sendiri bakat yang akan jadi fokus pengembangan. Dari berbagai pilihan yang kami diskusikan, Damai memilih piano dan menulis di blog sebagai fokus belajarnya. Setelah fokus belajar, tantangan perkembangan bakat anak semakin menantang, yakni menumbuhkan kegemaran belajar anak. Belajar karena suka, bukan karena ujian atau karena ikut lomba.

Mulai Merancang Arah Kariernya
Hari-hari ini kami terus bergembira menemani Damai mengembangkan bakatnya pada fase belajar mendalam. Damai menyusun portofolio bakatnya

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Melatih Anak Belajar Berpuasa? Inilah 6 Tips untuk Ayah Ibu. Baca di http://temantakita.com/tips-anak-belajar-berpuasa/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Jangan sampai salah kaprah mengembangkan bakat anak. Dapatkan buku #BakatBukanTakdir di toko buku terdekat atau di toko.temantakita.com :)

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Banyak orang menganggap pengembangan bakat anak hanya bagi anak kota. Keliru, anak desa juga membutuhkannya. Ini penjelasannya

Untuk menjawab apakah bakat anak hanya kebutuhan anak kota dan bukan kebutuhan anak desa, kita perlu memahami pengertian bakat anak. Sebagaimana saya tulis di buku Bakat Bukan Takdir,
Bakat adalah aktivitas atau karya anak yang sesuai potensinya dan dihargai masyarakat

Bakat bukan sekedar keterampilan atau kemampuan. Bakat bukan dinilai dari menang lomba atau jumlah piala. Bakat adalah aktivitas atau karya yang dihasilkan anak yang memberi manfaat pada masyarakat sehingga masyarakat pun menghargainya.

Bakat adalah perpaduan antara potensi anak dengan kesempatan yang tersedia di lingkungan. Bakat selalu melekat pada suatu sistem budaya. Suatu bakat bisa jadi tidak dihargai di suatu daerah tapi dihargai di daerah lain. Aktivitas menyelam dihargai di daerah pantai tapi tidak ada gunanya di daerah gunung. Album piano akan lebih dihargai di kota dibandingkan di desa.

Apakah anak desa butuh pengembangan bakat? Anak desa jauh lebih membutuhkan pengembangan bakat dibandingkan anak kota. Tanpa pengembangan bakat, anak desa belajar pengetahuan dan keterampilan umum yang seringkali tidak relevan dengan potensi dan kesempatan di desanya. Tak heran bila banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi cenderung memilih meninggalkan desanya untuk mencari kelompok masyarakat yang menghargai pengetahuan dan keterampilan umum tersebut.

Sebaliknya bila anak desa mengembangkan bakatnya. Dengan potensinya, anak desa akan mengenali berbagai potensi di sekitar desanya dan mengubahnya menjadi karya yang dihargai masyarakat desa itu sendiri maupun masyarakat daerah lain.

Semisal di daerah yang mempunyai hutan bambu. Bayangkan paduan kecerdasan musik dengan alat musik bambu menghasilkan musik bambu yang merdu. Bayangkan paduan kecerdasan alam dengan beragam bambu menghasilkan kajian jenis-jenis bambu. Bayangkan paduan kecerdasan imaji dengan bahan bambu yang menghasilkan lukisan atau prakarya bambu yang indah. Bayangkan paduan kecerdasan diri dengan bambu sebagai bahan renungan menghasilkan tulisan mengenai refleksi bambu.

Bayangkan paduan kecerdasan tubuh dengan peralatan bambu menghasilkan sepeda bambu. Bayangkan paduan kecerdasan aksara dengan bambu sebagai metafor akan menghasilkan puisi bambu. Bayangkan paduan kecerdasan sosial dengan bambu akan menghasilkan pebisnis yang memahami industri bambu. Bayangkan paduan kecerdasan logika dengan bambu akan menghasilkan perangkat bambu yang penting bagi kehidupan. Bayangkan bila paduan tersebut digabung atau dikolaborasikan maka kemungkinan kombinasinya menjadi tidak terbatas.

Apa contohnya? Anda bisa membaca kisah William Kamkwamba dengan kecerdasan logika membangun kincir pembangkit listrik dan irigasi di desa. Anda bisa membaca kisah Mikail Kaysan yang menekuni bakat sebagai pengamat burung. Anda bisa membaca kisah Sang Puan Daulat yang mempunyai kegemaran Menggambar untuk Petani.

Lalu siapa guru yang akan memfasilitasi pengembangan bakat anak desa? Berbeda dengan sekolah formal, pengembangan bakat dapat difasilitasi oleh siapapun selama mempunyai pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan anak desa dalam mengembangkan bakatnya. Sumber pengetahuan dan “ahli” desa yang selama ini diabaikan justru bisa menemukan kembali peran pentingnya.

Pengembangan desa yang selama ini hanya memperhitungkan potensi alam, mendapat kemungkinan unik yang lebih kaya bila mempertimbangkan keunikan bakat, sumber pengetahuan dan “ahli lokal” yang ada di suatu desa. Kemungkinan unik yang bisa digunakan sebagai dasar untuk membangun “brand” dari suatu desa.

Dengan pengembangan bakat anak yang mengacu pada buku Bakat Bukan Takdir, anak desa justru lebih cepat dan lebih fokus menemukan kecerdasan dirinya, menemukan bakat yang ingin dikembangkan dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Pengembangan bakat dibutuhkan baik oleh anak kota maupun anak desa.

Sumber: http://temantakita.com/anak-desa/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Nanti jam 10 WIB ngobrol yuk dengan Bukik Setiawan, penulis buku Anak Bukan Kertas Kosong dan Bakat Bukan Takdir tentang calistung di Basa-basi Trans TV

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Pesan dari Mas Menteri.

Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan.
=========================

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Buat saya, film How To Train Your Dragon itu menarik. Bukan tentang cara melatih naga, tapi justru tentang pendidikan anak. Kok bisa? http://temantakita.com/pendidikan-anak/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Mengapa penting mendengar Suara Anak? Presentan yang tampil adalah anak-anak yang telah menekuni suatu bakat atau kegemarannya lebih dari satu tahun. Bila anda ingin belajar cara membuat anak tekun belajar, maka sudah sepatutnya belajar dari pelaku ketekunan belajar. Kita boleh belajar dari ahli atau dari orang lain, tapi tentu tidak lengkap bila tidak belajar dari anak-anak yang sudah berhasil tekun belajar. Baca lengkapnya di http://bit.ly/SuaraAnakKelima

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

s Baswedan, seorang pelajar dari kota saya Fazlur Ansari dari SMA Negeri 1 Sibolga ikut kaget saat tahu Bapak Anies Baswedan menjadi "korban" Resufle jilid II.

Luar biasa kan pak? Di zaman sebelum beliau kebijakan menteri hanya sampai pada para elit politik, namun saat Anies Baswedan menjadi menteri peran kementerian pendidikan itu terasa hingga ke setiap pelajar-pelajar Indonesia dipelosok mana pun.

Apakah mungkin Bapak takut dengan fenomena ini? Fenomena dimana Anies Baswedan begitu familiar ditengah-tengah masyarakat Indonesia.

Bapak presiden RI yang saya banggakan,
Sulit lagi bagi saya untuk tidak percaya bahwa digantinya Anies Baswedan sarat dengan kepentingan dan tekanan politik. Apalagi alasan yang dikemukakan para menteri Bapak yang ikut berkomentar terkait reshufle ini sangat sulit diterima logika.

Mulai dari kecurigaan adanya agenda ganda, tidak kompak hingga kinerja yang kurang cepat. Untuk kecurigaan membawa agenda ganda, tidakkah Bapak melihat dari wajah tulusnya bahwa yang ia lakukan murni untuk mengubah wajah pendidikan kita.

Apakah Bapak lupa, jika mayoritas penduduk negeri ini memilih Bapak karena percaya Bapak mampu mengubah wajah bangsa ini. Mereka berkata, itu terlihat dari wajah Bapak yang tulus. Lalu kenapa ketulusan itu tidak bisa Bapak lihat diwajah tokoh besar ini.

Hemat saya, Bapak Anies Baswedan menjadi menteri tercepat dalam mengaktualisasikan kinerjanya bahkan hingga ke kelas-kelas diseluruh penjuru Indonesia.

Pemanfaatan IT menjadi kekuatan tersendiri sehingga wajah pendidikan kita tidak kaku dan baku.

Dulu, semua kebijakan Kemendikbud RI hanya ada pada secarik dua carik kertas, namun di era beliau, hampir semua media berbasis IT termaksimalkan dalam menjabarkan program dan kinerjanya.

Ia ingin fungsi lembaga yang ia pimpin tidak mentok pada tataran birokrasi saja, namun masuk kepada ruang-ruang kelas dan guru-guru dan seluruh stakeholder pendidikan.

Saya tidak tahu apakah bapak benar-benar takut jika tahun 2019 yang akan datang Anies Baswedan menjadi bumerang bagi suksesi kepemimpinan bapak berikutnya.

Namun jika itu benar, tentu salahlah apa yang disampaikan guru-guru saya dulu bahwa pemimpin terbaik adalah yang bisa melahirkan pemimpin-pemimpin berikutnya. Wallahualam.

Sebagian besar kami menduga masuknya nama Anies Baswedan dalam deretan nama yang di reshuffle karena beliau tidak memilki kekuatan politik di pemerintahan.

Saya tentu berharap ini tidak benar. Namun andai ini benar adanya tentu menjadi ironi bagi Kami. Seorang Anies Baswedan memang tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

Tetapi Bapak tentu tahu, puluhan ribu relawannya berada dibelakangnya untuk mendukung setiap sepak terjangnya. Para relawan itu jauh lebih idealis, fanatic dari pada mereka-mereka yang bercokol di partai politik.

Disadari atau tidak, gerakan gerakan yang di inisiasi oleh tokoh besar ini berkonstribusi atas suksesi kepemimpinan nasional yang mendudukkan Bapak sebagai presiden RI ke-7.

Bapak presiden yang saya banggakan,
Kini ada nama besar yang dipertaruhkan wibawanya. Saya sebenarnya menunggu alasan kongkrit Bapak mengganti Anies Baswedan. Sejak resufle jilid II saya berusaha membenarkan keputusan yang Bapak ambil.

Namun hingga detik ini saya tidak menemukan jawaban atas itu. Seorang teman berkata, "hanya presiden Jokowi yang bisa menjawabnya".

Secara pribadi saya lebih senang bahkan sejak dulu bila Anies Baswedan tetap berada diluar pemerintahan. Karena saya khawatir beliau terjebak dalam pusara politik yang tidak sehat.

Namun saya berkeyakinan ada niat tulus dari beliau untuk mengubah wajah pendidikan kita. Tapi sayang, ending dari niat tulus itu tidak berbanding lurus dengan apa yang saya dan mereka-mereka (yang kaget dengan pergantian ini) perkirakan.

Kini, terimakasih telah mencukupkan peranananya dalam mengubah wajah pendidikan kita. Dan dengan sangat penuh hormat saya berharap bapak presiden bisa menjelaskan hal kongkrit kenapa bapak Anies Baswedan diganti. Hal ini penting agar saya dan mereka yang bertanya-tanya tidak terjebak dalam pusara politik tahun 2019.


Salam ho

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Sekolah sepanjang hari adalah pilihan metode yang bisa bermanfaat bila sesuai dengan kebutuhan masyarakat, memperhatikan psikologi anak dan sistem pendukungnya disiapkan dengan baik. Jadi bukan sekedar memperpanjang waktu sekolah saja. Sekolah sepanjang hari berarti sekolah harus siap bertanggung jawab terhadap makan siang, waktu istirahat dan aktivitas bermain anak. Beberapa sekolah mungkin melakukannya, tapi arogan bila diterapkan secara nasional. Penerapan full day school secara nasional harus ditolak. Karena itu, saya mendukung petisi yang dibuat oleh salah seorang orang tua. http://dv.fyi/presiden-pilih-menteri-yang-memahami-anak/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Terima kasih dan apresiasi untuk semua yang telah terlibat langsung dalam gerakan mengantarkan anak ke sekolah.

Mengantarkan anak di hari pertama adalah sederhana bentuknya, tapi luar biasa dampaknya. Interaksi dan komunikasi antara guru dan orang tua terbangun, kolaborasi antar mereka bisa membuat dampak besar bagi pendidikan anak.

Atas pesan teman-teman semua, mengantarkan anak ke sekolah telah menjadi GERAKAN. Semua terlibat secara suka rela, semua nyata berbuat. Teman-teman telah senyatanya membuat ikhitar ini jadi ritual keluarga yang skala kegiatannya mikro, tapi dilakukan secara masif dan kolosal di seluruh penjuru. Terima kasih!

Salam hangat,

Anies Baswedan

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Selamat Hari Anak Nasional!
Inilah 3 Hal Penting yang Selama Ini Diinginkan Anak.

Didengarkan
Tentu, saat berefleksi tentang Hari Anak, layaknya semua orangtua kita ingin anak kita bahagia. Namun, sebagai seorang manusia, anak juga punya suara. Seringkali orangtua lebih lantang menyuarakan pendapatnya sebelum anak sempat mengungkapkan keinginannya. Dengan mendengarkan suara anak, Ayah Ibu dapat memahami bahwa anak – yang merupakan benih kehidupan yang unik – memiliki minat, rasa ingin tahu, dan harapannya sendiri, yang bisa jadi berbeda dengan orangtua. Oleh karena itu, bagaimana jika mulai saat ini sesi mengobrol dengan anak diawali dengan mendengarkan suara mereka?

Diapresiasi
Saking seringnya fokus pada kesalahan dan kekurangan anak, orangtua luput pada kekuatan dan keberhasilan anak. Entah mengapa kita lebih peka pada nilai merah di rapor anak ketimbang nilai bagus yang bersanding dengannya. Seperti halnya manusia yang lain – termasuk kita sebagai orangtua – anak pasti punya kekurangan, namun juga kekuatan. Tidak sekadar mengoreksi tindakan anak, namun mengapresiasi usahanya, membuat anak merasa berharga sebagai manusia. Saat anak tahu usahanya dihargai, anak akan lebih percaya diri untuk meningkatkan kemampuannya.


Diberi pilihan
Memberi pilihan pada anak mungkin menjadi hal tersulit yang dilakukan oleh para orangtua, karena mungkin kita yakin bahwa pilihan yang kita sodorkan pada anak adalah hal terbaik bagi mereka. Saat kita mau belajar mendengarkan mereka, kita akan memahami bahwa anak memiliki jalan hidupnya sendiri, termasuk dalam hal yang diminati, sampai arah kariernya. Memberikan pilihan kepada anak berarti memberi kepercayaan kepadanya, sekaligus mengajar anak untuk berkomitmen atas pilihannya. Selain itu, anak yang menekuni suatu hal atas pilihannya sendiri mencerminkan dorongan belajar yang datang dari dirinya sendiri, bukan paksaan dari Ayah Ibu.


Apakah Bapak Ibu sudah memenuhi 3 Hal Penting itu?


Sumber: http://temantakita.com/hari-anak-keinginan-anak/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Kami mendukung gerakan #HariPertamaSekolah. Dapatkan diskon 20% di Toko.TemanTakita.com untuk semua produk: buku, kaos, tas dan permainan edukatif anak. Buruan

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Inilah yang Membuat Anak Anda Mudah Terkena Pengaruh Negatif

Orangtua ingin anaknya tahan terhadap pengaruh negatif, tapi tidak sadar perlakuannya justru membuat anaknya mudah terkena pengaruh negatif.

Pengaruh negatif dari lingkungan bukan sesuatu yang bisa dihilangkan. Meski berusaha menghindar, tetap saja ada kemungkinan anak kita berhadapan dengan pengaruh negatif. Tak heran banyak orangtua ingin anaknya tahan, tapi sayangnya cara yang dilakukan justru membuat anak jadi mudah terkena pengaruh negatif. Cara apa itu?

Upaya orangtua yang paling sering dilakukan adalah memberi perintah dan larangan. Seolah orangtua ingin anaknya selalu berada pada lingkungan yang steril, “kondisi suci hama”. Hasil dari perintah dan larangan pasti langsung terlihat, anaknya baik-baik saja, setidaknya pada saat ini. Contoh perintah: kamu harus belajar, kamu harus rajin sekolah, kamu harus mendengarkan nasihat orangtua. Contoh larangan: dilarang main pasir, dilarang main hujan, dilarang mendengar lagu yang aneh-aneh dan banyak lagi.

Tapi pemberian perintah dan larangan yang berlebihan justru menimbulkan dua dampak negatif. Pertama, anak kehilangan kesempatan belajar. Belajar mengenali dan mengatasi suatu pengaruh negatif. Anak hanya tahu semua baik-baik saja buat dirinya. Contoh: anak yang selalu dilarang bermain pasir tidak tahu pentingnya mencuci tangan dan kaki setelah bermain pasir. Ketika bermain pasir di luar sepengetahuan orangtua, anak pun tidak mencuci tangan dan kaki.

Kedua, anak terbiasa dikontrol pihak eksternal. Ketika terlalu banyak perintah dan larangan, maka anak berperilaku berdasarkan tuntutan orang lain. Anak bertindak karena motivasi ekstrinsik. Budi pekerti anak tidak berkembang sehingga kesulitan melakukan kontrol diri. Anak kurang mampu menetapkan tujuan, mengatur strategi dan berperilaku mengarah pada tujuannya tersebut.

Anak yang tergantung pada motivasi ekstrinsik akan tampak baik-baik saja ketika berada bersama orangtua dan guru. Pertanyaannya, apa yang terjadi ketika anak berada di lingkungan orang-orang yang menyebarkan pengaruh negatif? Ya sama persis ketika menghadapi orangtua dan guru, patuh pada orang yang berpengaruh negatif tersebut.

Ironis, orangtua ingin menghindarkan anak tapi justru membuat anak mudah terkena pengaruh negatif. Bila Anda ingin mendidik anak yang tahan terhadap pengaruh negatif, maka minimakan perintah dan larangan pada anak. Batasi perintah dan larangan pada hal-hal pokok yang sangat penting.

Tumbuhkan kesadaran dari dalam diri anak. Beri kesempatan anak bertindak berdasarkan kemauannya, atau berdasarkan motivasi intrinsik sang anak. Anak yang mempunyai kemauan yang kuat adalah anak yang lebih tahan terhadap pengaruh negatif. Stimulasi anak dengan pertanyaan reflektif yang membantu anak menyadari tindakan dan akibatnya. Pancing anak agar menemukan cara-cara yang lebih efektif untuk mencapai tujuannya.

Di buku Anak Bukan Kertas Kosong, saya menguraikan contoh dan riset mengenai motivasi ekstrinsik dan intrinsik. Sementara di buku Bakat Bukan Takdir, kami menyediakan latihan buat orangtua untuk berlatih mengenali motivasi ekstrinsik dan instrinsik pada perilaku anak. Selain itu, kami juga menyediakan sejumlah latihan agar orangtua menguasai keterampilan pendidik yang menumbuhkan kesadaran anak.

Ingin anak tahan terhadap pengaruh negatif? Ayo berlatih menjadi pendidik yang menumbuhkan, pendidik yang mengembangkan budi pekerti anak.

Sumber: http://temantakita.com/pengaruh-negatif/

Silahkan disebarkan tanpa perlu ijin

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

di dua kanal utama, yaitu blog untuk bakat menulisnya, dan kanal Youtube untuk bakat bermain pianonya. Apakah Damai akan jadi penulis? Atau, jadi pemain piano? Masih jauh. Damai belum masuk Fase Arah Karier. Pada fase itu, Damai akan mengeksplorasi ekosistem bakatnya dengan terlibat langsung di dalamnya. Meski telah mulai dilakukan sekarang, nantinya upaya mengenalkan hasil karya bakatnya pada masyarakat luas akan dilakukan lebih intensif.

Berdasarkan hasil fase belajar mendalam dan eksplorasi ekosistem bakat, Damai akan menyusun arah kariernya yang akan jadi dasar baginya dalam menentukan pilihan jurusan dan profesinya. Pilihan yang akan kami hormati, karena kami tahu pilihan itu berdasarkan proses panjang sejak kecil. Siklus perkembangan bakat menghubungkan proses tumbuh kembang anak dengan pengembangan karier di masa dewasa. Fase eksplorasi membuat anak menyadari kecerdasan majemuknya. Fase belajar mendalam membuahkan kebiasaan belajar yang tangguh dan mandiri sekaligus penguasaan satu atau lebih bakat. Capaian arah karier adalah anak mempunyai arah karier yang kuat sesuai potensi dan impiannya yang telah teruji dalam fase sebelumnya. Dengan semua capaian itu, anak lebih siap untuk berkarier.

Saya, sebagaimana orang tua lain, tidak ingin terlambat. Saya tidak ingin anak-anak kita menjelang lulus kuliah masih saja gagap menjawab setelah lulus mau jadi apa. Pengembangan bakat anak bukan aktivitas sambilan di tengah kerja keras mengejar nilai dan ijasah. Bukan pula tentang menjadi juara di berbagai lomba. Pengembangan bakat anak adalah cara kita membantu anak menyadari siapa dirinya, berkarya, dan memberi manfaat sesuai kekuatan dirinya. Pengembangan bakat anak adalah tentang masa depan anak-anak kita. Mari stimulasi, kenali, dan kembangkan bakat anak!

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Lebaran mudik kemana?

Yuk bawa oleh-oleh produk kece dari Toko TemanTakita.com.
Pas pula ada diskon 20% untuk SEMUA produk.
Dan enaknya, TIDAK ada minimum belanja

Jadi tunggu apalagi, buruan KLIK Toko.TemanTakita.com

Pilih produk yang disuka, ada buku, kaos, tas, & mainan edukatif
Gunakan kode kupon ketupatlebaran
Dapatkan diskon 20%

Cara belanja bisa dilihat di http://bit.ly/CaraBeliTokoTakita

Berlaku untuk periode belanja 20 - 27 Juni 2016.

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Video 10 Mitos Kompetisi | https://www.facebook.com/BakatBukanTakdir/videos/489929394547966/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Bulan Mei adalah Bulan Pendidikan
Bulan Mei adalah Milik Kita
Jangan Biarkan Terlewat Tanpa Makna

Anda tahu, kita tahu;
Anda merasakan, kita merasakan,
bahwa 
pendidikan bukan lomba lari jarak pendek.
Pendidikan adalah penjelajahan panjang yang menyenangkan sekaligus menantang.
Meski kita berusaha membuat sasaran belajar tapi kenyataannya tujuan pendidikan sebenarnya jauh di depan kita.

Wajar bila kita kadang merasa lelah.
Normal bila kita pernah bingung entah mau kemana.
Pada titik itu, penting berjumpa dengan teman seperjalanan.
Berjumpa, berbicara, berbagi cerita.
Merayakan capaian, bukan sebagai ekspresi berpuas diri, 
tapi upaya menambah bekal
untuk melanjutkan penjelajahan panjang kita 
hingga tahun depan kita berjumpa kembali.

Bulan Mei adalah Bulan Pendidikan
Bulan Mei adalah Milik Kita
Ayo Rayakan di Pesta Pendidikan

Bersama ribuan orang, bersama ratusan komunitas dan organisasi 
Berjumpa untuk berbagi cerita, saling belajar, saling dukung, membangun jejaring & berkolaborasi. 

Karena Pendidikan Adalah Urusan Semua Orang. Mari Rayakan dan Belajar dari Semua Orang

Minggu, 29 Mei 2016
FX Sudirman - Jakarta
Info Acara, Klik http://bit.ly/1TCVp2b

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

LAYAR TANCAP & PELUNCURAN
SINEMA EDUKASI (sinedu.id)

Halo!

Perkenalkan, kami adalah Sinema Edukasi (sinedu.id), sebuah online platform pertama di Indonesia yang menyediakan film sebagai media belajar untuk siswa, guru, dan orangtua.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pesta Pendidikan 2016, kami mengajak semua untuk datang ke peluncuran sinedu.id yang akan diadakan pada:

Selasa, 24 Mei 2016
16.00 (Registrasi)
17.00 - 20.00 (Peluncuran & Layar Tancap)
Lokasi: TAMAN MENTENG (Lap. Basket)

Bersama:
Angga Sasongko
Ernest Prakasa
Najelaa Shihab
Gina S. Noer
Prameshwari Sugiri
Guru dan siswa SMP & SMA
Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Nonton Bareng Film Pendek dan Diskusi:

1. SEPATU BARU (Aditya Ahmad)
Special Mention untuk Film Pendek Terbaik kategori Generation KPlus di Festival Film Berlin “Berlinale”.

2. LEMBAR JAWABAN KITA (Sofyana Ali)
Sinema Terbaik Festival Film Jawa Barat 2015, Festival Sinema Prancis.

3. LAWUH BOLED (Misyatun)
Film Pendek Terbaik di South to South (StoS) Film Festival 2014.

Akan diramaikan dengan kuis seru seputar film. Yuk, piknik sore di Taman Menteng sambil nonton film. Datang, yaaa!

Salam hangat,

Sinedu.id

Acara ini disponsori oleh:
Wardah - Inspiring Beauty

Dan didukung oleh:
Ayahbunda & Parenting Indonesia

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Wawancara pendiri TemanTakita.com di Majalah Intisari edisi Mei yang khusus membahas bakat anak. Silahkan dapatkan

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Kemiskinan dan kelaparan tidak menghentikan anak usia 14 tahun ini menciptakan pembangkit listrik tenaga angin yang menerangi desanya. Namanya, William Kamkwamba. http://temantakita.com/pembangkit-listrik/

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Mau buku Bakat Bukan Takdir? Yuk ikutan #‎GiveAway seru ini
1. Like Facebook Page Bakat Bukan Takdir & TemanTakita.com atau Follow instagram @TemanTakita
2. Anda bisa ikut di Facebook, Instagram atau keduanya
3. Akun Facebook anda harus bisa diakses oleh publik dan akun instagram Anda tidak diprivate
4. Share atau repost foto ini dengan tag ke 5 orang teman anda dan menuliskan 3 kriteria anak sukses versi anda.
5. Sertakan tagar #‎TujuanMendidik #‎BakatBukanTakdir
6. Tiga pemenang yang beruntung akan mendapatkan buku Bakat Bukan Takdir
7. Pemenang diumumkan pada 23 April di Facebook dan Instragram TemanTakita
8. Selamat berbagi inspirasi. Semoga beruntung menjadi pemenang

Читать полностью…

Pendidikan Merdeka Belajar

Surat Kabar Guru Belajar Edisi Ketiga

Kesadaran & Disiplin

Kita seringkali terlalu cepat menuntut kedisiplinan, tapi terlalu lambat menumbuhkan kesadaran pada anak.

Sadar atau tidak, kita sebagai pendidik seringkali banyak dan sering menuntut anak-anak untuk berdisiplin. Hari pertama masuk kelas kita sudah berharap anak-anak tahu dan paham peraturan. Karena itu kita menuntut mereka untuk berperilaku sesuai aturan.

Kita menuntut anak-anak seolah anak adalah robot yang sekali diberi instruksi akan langsung jalan. Kita seringkali abai dan tidak sabar membangun kesadaran anak-anak tentang pentingnya berdisiplin.

Anak-anak itu manusia sebagaimana juga kita yang butuh waktu untuk belajar mengembangkan suatu perilaku. Kita, anak-anak maupun pendidik, belajar bila apa yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan kehidupan kita. Kita belajar bisa merasa berdaya untuk melakukan tindakan.

Kisah-kisah guru pada Surat Kabar Edisi Ketiga ini menceritakan berbagai upaya menumbuhkan kedisiplinan dari kesadaran dalam diri anak. Disiplin bukan karena patuh pada perintah, takut kena hukuman atau mengejar ganjaran. Disiplin yang tumbuh dari kesadaran anak-anak kita. Itulah Disiplin Positif.

Dengan disiplin positif, anak-anak akan lebih mencintai belajar, lebih tangguh menghadapi kesulitan, keterampilan berpikirnya berkembang hingga bisa mencapai prestasi akademik lebih baik. Lebih jauh lagi, disiplin positif mendukung terbentuknya interaksi dan budaya sekolah yang positif.

Semoga kisah-kisah pada edisi kali ini dapat memicu kesadaran kita untuk membangun kesadaran anak-anak sejak dini. Mari belajar bersama!

Berani belajar, siap mengajar!

Salam hangat dari kami,


Dewan Redaksi:
Najelaa Shihab dan Bukik Setiawan

GuruBelajar.org
Grup Facebook: Komunitas Guru Belajar

Silahkan unduh Surat Kabar Edisi Ketiga di http://bit.ly/SKGuruBelajar3

Читать полностью…
Subscribe to a channel