belajarjadibaikco | Unsorted

Telegram-канал belajarjadibaikco - Belajar Jadi Baik

737

Tak ada yang terlalu baik untuk berhenti menjadi baik, tak ada yang yang terlalu buruk untuk memulai menjadi baik.

Subscribe to a channel

Belajar Jadi Baik

Catatan: Harus dibedakan antara imbauan untuk tidak mendatangi masjid (‘adamul ityan), dengan perintah untuk menutup masjid (al-amru bil ighlaqi) dan melarang shalat di dalamnya (al-man’u minhu). Keterangan ini terdapat dalam tulisan Syaikh Shadiq Abu Abdillah al-Hasyimi dalam Channel Telegram beliau.

Masalah Kesepuluh:
Hukum orang yang sehat menghindari shalat berjamaah di masjid karena takut tertular Virus Corona.
Jawab:
Jika memang berdasar dugaan terkuat, di masjid ada jamaah yang terjangkit virus Corona, atau diliputi keraguan yang cukup rumit tersebab dahsyatnya penyebaran wabah menular, maka boleh bagi dirinya untuk melaksanakan shalat berjamaah di rumah bersama keluarga, tetangga, atau lainnya.
Rasa takut yang meliputi dirinya hanyalah uzur yang menghalangi diri dari pelaksanaan shalat di masjid, bukan pelaksanaan shalat secara berjamaah. Wallahu a’lam. (www.dakwah.id)

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

10 Masalah Corona: Penjelasan Syaikh Umar Ibnu Abdillah al-Hasyimi

Masalah Corona
Oleh: Syaikh Umar Ibnu Abdillah al-Hasyimi
Penerjemah: dakwah.id
Editor: Sodiq Fajar

Masalah Pertama:
Hukum mendatangi masjid bagi penderita Corona, atau sebaliknya, Hukum meninggalkan shalat di masjid bagi penderita Corona.
Jawab:
Penderita Corona tidak boleh shalat di masjid sebab virus Corona yang ada pada dirinya berpotensi pindah ke orang lain dan dapat mengganggu kaum muslimin.
Virus Corona ini adalah wabah penyakit yang lebih berbahaya dan lebih mengganggu dari pada bau mulut orang yang memakan bawang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلاً فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا
“Barang siapa yang telah memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaknya dia menjauhi masjid kami.” (Muttafaq ‘alaih)
Maka, menjadi kewajiban bagi kaum muslimin untuk mengeluarkan orang yang terjangkit virus Corona dari masjid, karena tingkat gangguan dan bahayanya lebih tinggi dari aroma bawang.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,
لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا وَجَدَ رِيحَهُمَا مِنَ الرَّجُلِ فِي الْمَسْجِدِ، أَمَرَ بِهِ فَأُخْرِجَ إِلَى الْبَقِيعِ
“Sungguh aku pernah memerhatikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau mendapati aroma keduanya (bawang putih atau bawang merah) dari seseorang yang berada di masjid, maka beliau memerintahkan untuk membersihkannya dan dikeluarkan (dari masjid) ke Baqi.” (HR. Muslim)

Masalah Kedua:
Wajib melaksanakan shalat jamaah bagi sekelompok orang yang terjangkit virus Corona di bilik ruang karantina mereka.
Alasannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengutus satu kaum pun ke sebuah tempat kecuali beliau tetap memerintahkan kepada mereka untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Selain itu, ketika Malik bin Huwairits ingin kembali kepada keluarganya bersama temannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada mereka berdua,
إِذَا أَنْتُمَا خَرَجْتُمَا، فَأَذِّنَا، ثُمَّ أَقِيمَا، ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمَا أَكْبَرُكُمَا
“Jika kalian berdua hendak keluar dari wilayah ini, maka kumandangkanlah azan kemudian iqamat, lalu hendaknya yang mengimami adalah orang yang lebih tua di antara kalian berdua.” (Muttafaq ‘alaih)
Perintah shalat berjamaah itu tidak gugur dengan terhalangnya penegakan shalatnya di masjid meski hanya diikuti oleh anggota keluarga saja.
Dan shalat berjamaah di masjid hukumnya kembali wajib jika faktor penghalangnya telah tiada.
Di antara penghalang yang membolehkan seseorang untuk tidak shalat berjamaah di masjid adalah tertimpa penyakit parah dan memakan bawang putih atau bawang merah tanpa diolah terlebih dahulu, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

Masalah Ketiga:
Hukum orang yang terjangkit virus Corona membaur secara fisik di tengah kerumunan.
Jawab:
Orang yang terjangkit virus Corona, secara khusus, dan orang yang terjangkit penyakit berbahaya yang menular lainnya, secara umum, dilarang untuk membaur di tengah kerumunan sampai benar-benar dipastikan keberadaan dirinya tidak membahayakan orang lain dengan penularan penyakit tersebut.
Argumentasi yang paling jelas mengenai hal ini adalah peristiwa baiat masuk Islam utusan yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan pada saat itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mempertegas janji mereka dengan mushafahah; berjabat tangan.
Kemudian ketika datang giliran utusan dari Bani Tsaqif kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, di dalam rombongan mereka ada seorang laki-laki yang mengidap penyakit kusta. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan kepada mereka,
إِنَّا قَدْ بَايَعْنَاكَ فَارْجِعْ
“Kami sudah membaiatmu, kembalilah.” (HR. Muslim)

Masalah Keempat:
Bagaimana sikap kita terhadap orang yang terjangkit virus Corona?.
Jawab:

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

// Marhaban Musim Dingin \\

________

Musim dingin merupakan salahsatu fenomena alam yang telah Allah ciptakan di muka bumi ini, musim ini merupakan peralihan dari musim panas ke musim dingin, otomatis bagi sebagian manusia mengalami efek perubahan baik dari segi mental, fisik, bahkan ibadah juga.
Biasanya bagi mereka yang tidak bertafakkur perihal musim dingin, akan mengambil momentum ini dengan hal-hal yang tak berguna, seperti rebahan, selimutan, mageran, dll.
Padahal kalau kita mau saja bertafakkur dengan Wahyu, perbuatan Sahabat serta para pengikutnya, pasti akan memperbanyak ibadah di musim ini, karena ini adalah momentum yang sangat tepat untuk memanen ibadah, kenapa demikian?
Karena dengan perubahan waktu dan cuaca yang mendukung untuk meningkatkan kuantitas ibadah dan juga tidak adanya kesulitan dan kesusahan sebagaimana yang kita jumpai di musim panas. Oleh karena itulah sahabat Umar Ibnu al-Khattab menamakan musim ini dengan ghanimahnya para hamba Allah.

Dihadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Abi Sa'id al-Khudry, bahwa Rasulullah bersabda :

الشتاء ربيع المؤمن
"Musim dingin bagaikan musim semi bagi orang beriman"

Dan dari al-Baihaqi menambahkan konteks hadist tersebut :

طال ليله فقامه، وقصر نهاره فصامه
"Malamnya begitu panjang, maka ia gunakan untuk shalat malam dan siangnya begitu singkat, maka ia gunakan untuk berpuasa"


https://youtu.be/1p_7IZTdXLY

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

*Mahram*

Mahrom adalah adalah mereka yang setatusnya *HARAM* untuk dinikahi.

Beberapa hukum yang berkaitan denga mahrom

1. Haram untuk dinikahi (an nisa' ayat 23)

2. Boleh Terlihat perhiasanya (Auratnya) di depan Maharim)
*Pendapat Pertama* boleh melihat seluruh tubuh wanita, kecuali bagian di antara pusar dan lutut, dan inilah pendapat kebanyakan ulama. [Lihat al-Mabsuuth (X/149), al-Majmuu’ Fataawaa Ibn Taimiyah (XVI/140), Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/158)]

*Pendapat Kedua* Seorang mahram hanya boleh melihat anggota tubuh wanita yang biasa nampak, seperti anggota-anggota tubuh yang terkena air wudhu’(Bagian kepala, Tangan, dan Kaki). [Lihat Sunan al-Baihaqi (no. 9417), al-Inshaaf (VIII/20), al-Mughni (VI/554), al-Majmuu’ Fataawaa Ibn Taimiyah (XVI/140) dan Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/159)]

3. Boleh bersentuhan Kulit dan tidak membatalkan wudhu dalam madzhab Syafii.

*Ajnabi*

Ajnabi adalah kebalikan dari Mahrom

1. Boleh dinikahi

2. Tidak boleh terlihat perhiasannya (auratnya).

3. Tidak boleh bersentuhan kulit dan membatalkan wudhu, termasuk dalam poin ketiga mereka yang bersetatus mahrom muaqqotah atau sementara, seperti adik dan kaka dari istri (ipar), juga bibi dari istri baik dari jalur ayah atau ibu.

#belajarjadibaik
/channel/belajarjadibaikco

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

@belajarjadibaikco

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Dari Abu Sa’id Al-Khudri,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ
فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ
فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
.
Makan sahur adalah makan penuh berkah.
Janganlah kalian meninggalkannya
walau dengan seteguk air,
karena Allah dan malaikat-Nya
bershalawat kepada orang yang makan sahur. [HR. Ahmad]
.
Share, InsyaAllah bermanfaat:)

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Belajar Jadi Baik:
MasyaAllah Ramadhan sudah di depan mata, persiapkan diri agar mampu meraih ridha Ilahi.

t.me/belajarjadibaikco

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

@belajar_jadi_baik

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

INSPIRASI MUSLIM

يذكر أن ابن الجوزي - رحمه الله :

" أسلم على يده أكثر من عشرين ألف يهودي ، ونصراني .

وتاب بسببه ١٠٠ ألف !

وصنف أكثر من ٢٠٠٠ مصنف !

وهو القائل لطلابه :

[ إذا دخلتم الجنه ولم تجدوني بينكم فسألوا عني وقولوا يارب : إن عبدك فلان كان يذكرنا بك ثم بكى رحمه الله !! ]

ونحن اليوم مقلون في العمل ، وما أكبر أمانينا ..!!

بعضنا إذا صلى الصلوات الخمس في يوم ظن أنه من المبشرين بالجنة !!

بعضنا إذا حفظ الأربعين النووية ظن أنه شيخ الإسلام وإمام الدنيا ولا حول ولا قوة إلا بالله !! "

ذكره الامام ابن رجب الحنبلي - رحمه الله - في ذيل طبقات الحنابلة 2/481.

Disebutkan tentang Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, bahwa melalui Beliau masuk Islam lebih dari 20.000 orang Yahudi dan Nasrani, melalui Beliau pula 100.000 orang bertaubat, bahkan Beliau mampu menyusun lebih dari 2.000 karya tulis.

Akan tetapi, perhatikanlah (ketawadhuan dan kesempurnaannya) saat ia berkata kepada murid-muridnya,

"Jika kalian masuk surga dan tidak menemukanku berada di tengah-tengah kalian, maka tanyakanlah keberadaanku; ucapkanlah,

"Ya Rabbi, sesungguhnya hamba-Mu si fulan (Ibnul Jauzi) sering mengingatkan kami kepada Engkau,"

Lalu Ibnul Jauzi menangis, semoga Allah merahmati Beliau

Adapun kita, sedikit beramal, namun terlalu besar harapan

Sebagian kita, hanya mengerjakan shalat yang lima waktu, namun merasa sebagai orang yang dijamin masuk surga.

Ada pula yang baru hapal hadits Arbain Nawawi, lalu mengira bahwa dirinya Syaikhul Islam, Imam, dan sebagainya, Laa haula walaa quwwata illaa billah.

(Disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah dalam Dzail Thabaqat Al Hanabilah 2/481)

🌹اللهـــم صـل وسلــم
علــى نبينــا محمــد ﷺ🌹

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Kepercayaan VS 1000 Dinar

Diceritakan bahwa suatu hari Imam Al-Bukhari naik di sebuah kapal dengan membawa uang sebesar 1000 dinar. Pada saat itu, uang tersebut dianggap jumlah yang besar. Lalu seorang lelaki mendekati beliau dan memperlihatkan kedekatan serta keceriaan kepada beliau. Dia mendekat dan terus mengajak beliau bercerita. Ketika Imam Al-Bukhari sudah merasa dekat dengan lelaki tersebut, suatu hari, di dalam perjalanan, beliau mengabarkan kepada lelaki tersebut perihal uang dinar yang beliau bawa.

Suatu hari, ketika lelaki tersebut bangun dari tidurnya, ia (pura-pura) menangis histeris dan meratap sampai semua penduduk kapal mengelilinginya dan menanyakan sebab tangisannya.

"Aku kehilangan uang sebanyak 1000 dinar!" katanya sambil terus menangis

Maka mulailah orang-orang memeriksa seluruh penjuru kapal. Sedangkan Imam Al-Bukhari setelah mengetahui keadaan tersebut, beliau lalu secara sembunyi-sembunyi membuang uangnya ke tengah lautan.

Setelah selesai memeriksa seluruh penjuru kapal, orang-orang kembali dengan tangan hampa, nihil. Mereka lalu mulai mencerca lelaki tersebut dan menyebutnya sebagai pembual.

Ketika perjalanan usai, lelaki tersebut mendatangi Imam Al-Bukhari dan terjadilah percakapan di antara keduanya,

"Engkau kemanakan uang-uang dinar tersebut?"

"Aku membuangnya ke laut"

"Bagaimana bisa kamu sabar kehilangan uang sebanyak itu?" lelaki tersebut sangat keheranan.

Imam Al-Bukhari berkata, “Aku telah menghabiskan seluruh hidupku untuk mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan seluruh dunia telah mengenal kejujuranku. Sama sekali tidak mungkin aku mengorbankan kepercayaan tersebut hanya karena tuduhan mencuri, berapa banyakpun jumlahnya! Apakah mutiara mahal (yaitu kepercayaan umat) yang telah aku cari sepanjang hidupku akan aku korbankan demi sejumlah uang dinar??”

Dinukil dan diterjemahkan dari kitab: Sirah Imam Al-Bukhari yang ditulis oleh Imam Abdussalam Al-Mubarakfuri

/channel/kisah

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

ANAS BIN MAALIK AL-ANSHARI -رضي الله عنه-

" اللهم ارزقه مالا وولدا"
" ya Allah, berikanlah ia harta dan keturunan yang engkau berkahi"
Begitulah Nabi mendoakannya.

Anas bin Maalik, lahir dari rahi seorang wanita shalihat bergelar shahabiah (sahabat Nabi) bernama Al Ghumaisho'.

Di masa kecilnya Anas sudah meneguhkan keimanannya dengan dua kalimat syahadat yang ditalqinkan oleg ibunya, sambil berbunga-bunga hati Anas penuh cinta dan kerinduan kepada seorang laki-laki yang nantinya akan ia temui, Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, nama itu selalu ada di dalam hati Anas mesikupun belum pernah melihat sang pemilik nama, begitulah terkadang telinga lebih dulu merasakan kerinduan bahkan sebelum kedua mata menyaksikan.
.
Belum lama semenjak Anas berangan-angan untuk menemui Nabi -shallallahu alaihi wasallam- di Makkah, sampai lah kabar ketelinga Anas bahwa Nabi bersama Sahabatnya Abu Bakar sedang dalam perjalanan berhijrah menuju Yatsrib tempat tinggal Anas, saat itu seolah-olah kota Yastrib mejadi kota yang paling berbahagia.

Setiap pagi orang-orang pergi menuju perbatasan untuk melihat apakah Nabi akan datang hari itu, namun beberapa hari hal itu terulang sedangkan mereka belum menemukan tanda-tanda Nabi akan sampai di Yatsrib, merekapun pulang dengan rasa rindu yang harus kembali mereka tahan. Hingga suatu pagi yang cerah terdengar suara seorang laki-laki berteriak :

"Wahai para penduduk Yatsrib, sesungguhnya Nabi dengan sahabatnya (Abu Bakar) sudah mendekati Madinah"

Orang-orangpun mulai berlarian menuju arah kedatangan Nabi, diantara sela-sela orang-orang itu terlihat anak kecil bernama Anas ikut bersemangat untuk melepas kerinduan bertemu sang Nabi.

Tak perlu menunggu lama, datanglah Ghumaisha' bersama anaknya Anas kepada Nabi sambil berlari-lari kecil, waktu itu syariat hijab belum diturunkan, rambut Ghumaisha dengan dua ikatannya terlihat melambai-lambai mengikuti langkahnya setengah berlari ingin menemui sang Nabi.

Sampai ketika ia dan anaknya Anas berda di hadapan Nabi, Ghumashun berkata :

"Wahai Rasulullah aku tidak mempunyai apa-apa yang bisa membantumu kecuali anak ini, ridhailah ia agar menjadi khadim bagi mu wahai Rasulullah"

Nabipun tersenyum sambil mengusap kepala Anas Radhiyallahu anhu.

Sejak saat itu, Anaspun hidup bersama Nabi, dibawah didikan Nabi shallahu alaihi wasallam, hingga Nabi menemui ajalnya berpindah ke sisi Rabbnya.

Anas berkata :
"Sesungguhnya aku telah berkhidmah kepada Nabi selama sepuluh tahun, aku tidak pernah mendengar Nabi mengatakan "Kenapa kamu melakukan itu? Atau kenapa kamu tidak melakukan ini?"

Setelah wafatnya Nabi shallahu alaihi wasallam, Anas hidup selama kurang lebih 80 an tahun, selama itulah Anas menikmati hidupnya dengan akhlaq dan ilmu-ilmu yang ia dapatkan langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Umurnya ia habiskan untuk mengenang 10 tahun bersama Nabi, menjalankan sunnah-sunnah yang ia saksikan dan ia dengar langsung dari Nabi.

Anas termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi setelah Abu Hurairah dan Ibnu Umar, dia dijuluki Khadimu Rasul, mempunyai banyak keturunan dan banyak harta berkat doa Nabi untuknya.


" اللهم ارزقه مالا وولدا"
" ya Allah, berikanlah ia harta dan keturunan yang engkau berkahi".


/channel/belajar_jadi_baik

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Istilah yang telah ditetapkan oleh syariat
.
Khomr adalah sebuah istilah yang dipilih oleh syariat untuk minuman yang memabukan dengan hukum Haram yang telah ditetapkan untuk khomer ini.

Abu Daud meriwayatkan di dalam kitab Sunannya dengan sanad yang bersambung kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam :

عَنْ مَالِكِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ : دَخَلَ عَلَيْنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ غَنْمٍ ، فَتَذَاكَرْنَا الطِّلَاءَ، فَقَالَ : حَدَّثَنِي أَبُو مَالِكٍ الْأَشْعَرِيُّ ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : " لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا .
Dari Malik bin Abu Maryam ia berkata, " Abdurrahman bin Ghanm masuk menemui kami, lalu kami menyebutkan Thila` (minuman yang dimasak hingga mengental). Ia kemudian berkata, " Abu Malik Al Asy'ari menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh akan ada beberapa orang dari umatku yang minum khamer, mereka menamakannya dengan selain namanya."

Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu cara syaitan memberikan masukan kepada manusia untuk masuk ke dalam ranah Tasyri' (legislasi) pembuatan hukum yang hak muthlaknya hanya milik Allah, adalah dengan mengganti istilah yang telah ditetapkan oleh syariat, lalu kemudian merubah hukum syariat dalam hal tahlil (penghalalan) dan tahrim (pengharaman).

Wallahu a'lam

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

🌨Sejenak pagi⛅

المجانسة بالمجالسة

*serupa sebab berkumpul*

يقول ابن عطاء الله السكندري رحمه الله :

Berkata Imam Ibnu 'Atho' illah As-Sakandari rohimahulloh :

اعلم أن المجانسة تكون بالمجالسة؛

Ketahuilah sesungguhnya orang akan menjadi serupa itu sebab seringnya berkumpul;

- إن جلست مع المسرور سُرِرت،
- وإن رافقت الغافلين غفلت،
- وإن جلست مع الذاكرين ذكرت،
- وإن صاحبت النائمين نمت،
- وإن صاحبت أموات الدين يمت دينك في قلبك (أَمْواتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ).

- bila kamu berkumpul berteman dengan orang yang bahagia niscaya kamu akan ikut bahagia,
- bila kamu berteman dengan orang yang lalai maka niscaya kamu alan ikut lalai,
- bila kamu berkumpul dengan orang-orang yang berdzikir niscaya kamu akan ikut berdzikir,
- bila kamu menemani orang-orang yang tidur niscaya kamu akan ikut tidur,
- dan bila kamu menemani orang yang mati agamanya niscaya agama yang ada di dalam hatimu pun akan ikut mati ( mereka orang-orang yang mati bukan orang-orang yang hidup ).

فلذلك قيل لمريم : ​" وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ "​ .

Karena itulah Sayyidah Maryam diperintahkan : " sholatlah bersama orang-orang yang sholat ".

* فتبَصر أمرك و تدبر حالِ صَحبِك، فإن وفقك الله إلى صُحبة طيبة، فأكثر من شُكر الله على هذه النعمة العظيمة، ولا تصاحب من لا يدلك على الله ولا يطيع أمر الله

*maka perhatikan urusanmu dan renungi keadaan pertemananmu, bila ALLAH memberimu taufiq dengan berteman kepada orang yang baik, niscaya perbanyaklah syukur kepada ALLAH atas nikmat yang besar ini, dan jangan sekali-kali kamu berteman dengan orang yang tidak menunjukkan kamu kepada ALLAH yang tidak mentaati perintah-Nya.

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Mutiara indah dimuara ibadah

Oleh : Abu irbadh

___________

Seandainya sempat kau kenali dirimu sendiri, walau sekejap. Seandainya sempat kau tatap walau sekilas keindahan wajah sejatimu sendiri.

Maka takkan lagi kau tertidur didalam campuran lempung dan air ini, bagaikan seekor hewan: kau kan bertolak ke rumah kebahagiaan bersama jiwa-jiwa nan indah.

Kau harus telusuri jalan sampai ke sudut-sudut terjauh dirimu sendiri, agar diri sejatimu terejawantahkan; karena Khazanah Tersembunyi masih tersimpan di dalam dirimu.

Seandainya engkau hanya terdiri atas sesosok tubuh, maka takkan pernah kau dengar kabar mengenai jiwa; seandainya engkau hanya jiwa saja maka engkau sudah dalam kebahagiaan bersama dirimu sendiri.

Seperti orang lain ketika kau berhadapan dengan kebaikan dan kejahatan; kau akan hadapi semua itu dengan apa yang ada pada dirimu.

Seandainya engkau itu suatu jenis sayuran, maka kau miliki suatu cita-rasa khas; seandainya engkau itu sebuah periuk maka ada panas yang pas untuk membuatmu mendidih.

Seandainya dengan putaran pemurnian itu kau berhasil tersucikan, maka kau akan tinggal di puncak Lelangit bersama mereka yang suci.

Kepada semua citra yang terbentuk dalam alam-khayal-mu akan kau sampaikan: "Salam wahai jiwaku, Salam wahai semestaku."

Ketika citra-citra itu menghilang maka engkau, ya..engkau sendirilah yang menjadi jiwa yang menjadi semesta.

Cukup lah dengan hal ini, kata-katamu telah menjadi rantai pengikat akalmu sendiri.

Jika tak terantai kata-kata itu, kau tak lain daripada lisan murni yang menyuarakan Akal Sejati.

Cukup lah dengan hal ini, karena ilmumu menghijabi lapis-lapis ilmu yang lebih dalam. Seandainya kau kenali Raja dalam dirimu mengapa betah kau bertahan hanya menjadi seorang penerjemah?


🖊 Editor Admin Muhajirun

/channel/sahabatmuhajirun

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Antaroh

Antaroh bin Saddad adalah seorang penyair Arab yang terkenal dengan kecerdasan dan keberaniannya, suatu ketika terlihat ia berlari dengan napas terengah-engah, ternyata seeokor sapi tengah mengejarnya. Orang-orangpun berkata kepadanya

"Wahai Antaroh dimana keberanianmu? bagaimana bisa seorang Antaroh kabur takut dengan sapi?"

Antaroh pun menjawab
"Wahai kisana, sapi itu tidak akan pernah tahu kalau Aku ini adalah Antaroh".

.
📎 Jangan buat dirimu lelah dengan menampakan kuat dan kejeniusan otakmu didepan orang bodoh, karena hal itu hanya akan menjatuhkan kehormatanmu.

Seekor anjing akan mendapat pujian ketika menang melawan seekor singa, akan tetapi singa tidak akan terpuji ketika menang bertarung melawan seekor anjing.
.
.
@belajar_jadi_baik

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Orang yang terjangkit virus Corona yang berada di masjid, mereka diperintahkan untuk keluar dari masjid, diingatkan agar takut kepada Allah ‘azza wajalla, dan dijelaskan bahwa datangnya dia ke masjid sementara di tubuhnya ada penyakit yang berbahaya hukumnya adalah haram.

Adapun untuk kondisi di luar masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
فِرَّ مِنَ المَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الأَسَدِ
“Berlarilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singa.” (HR. Al-Bukhari No. 5707)

Masalah Kelima:
Hukum wilayah kota (dalam istilah Arab: al-Madinah) yang terjangkit virus Corona.
Jawab:
Kota yang terjangkit virus Corona tidak dibolehkan bagi penduduk di dalamnya untuk keluar dari kota. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang penyakit Tha’un yang hukum-hukumnya diaktualisasikan pada penyakit virus Corona,
إِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا
“Jika ia menjangkiti suatu wilayah, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari wilayah tersebut.” (Muttafaq ‘alaih)

Masalah Keenam:
Hukum bepergian ke kota yang terbukti terjangkit virus Corona.
Jawab:
Tidak boleh bepergian ke kota yang terbukti terjangkit penyakit virus Corona atau atau penyakit berbahaya yang menular lainnya seperti virus Corona.
Dalilnya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا
“Apabila kalian mendengar wabah Tha’un di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Yang perlu diperhatikan dalam permasalahan ini adalah harus membedakan antara ruang kota (al-madinah) dengan negara (al-Balad).
Hukum seperti yang dijelaskan di atas hanya berlaku khusus untuk konteks ruang kota (al-Madinah) tertentu yang tampak jelas terjangkit virus Corona, bukan untuk medium setiap negara dan kota-kota secara general.
Isolasi atau lock down dan larangan memasuki wilayah hanya berlaku pada kota yang secara jelas terjangkit saja.
Islam mengaitkan hukum dengan diri seorang muslim dalam bentuk taklif bagi dirinya (pembebanan hukum), sehingga sanksi yang berupa larangan (al-Man’u) oleh agama lebih kuat beban hukumnya dari sanksi oleh undang-undang bagi diri seorang muslim.

Masalah Ketujuh:
Hukum negara yang memulangkan warganya di luar negeri yang terjangkit virus Corona.
Jawab:
Bagi negara tersebut berlaku hukum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang larangan orang yang terjangkit penyakit menular yang berbahaya seperti ini berbaur dengan masyarakat. Selain itu juga berlaku hukum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang larangan keluar dari sebuah kota yang dinyatakan terjangkit virus Corona.

Masalah Kedelapan:
Hukum negara yang memulangkan warganya di luar negeri yang tidak terjangkit virus Corona.
Jawab:
Bagi negara tersebut juga berlaku hukum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang larangan keluar dari sebuah kota yang terjangkit wabah Corona. Adapun jika memindahkan dari kota yang tidak terjangkit wabah Corona, maka itu boleh.
Ketetapan hukum yang berlaku tergantung pada ada-tidaknya wabah.
Ketika penyakit Tha’un merebak di wilayah Syam, Muadz bin Jabal urung untuk pindah ke Madinah dalam rangka mengamalkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga akhirnya Muadz bin Jabal meninggal karena terkena penyakit Tha’un dan baginya kematian yang syahid.

Masalah Kesembilan:
Hukum menutup masjid-masjid karena sebab merebaknya virus Corona.
Jawab:
Tidak boleh menutup masjid dan melarang orang sehat untuk mendatangi masjid dan shalat di dalamnya agar tidak ada halangan untuk tetap berzikir kepada Allah ‘azza wajalla dan melaksanakan shalat di dalamnya.
Selain itu, juga agar masjid tidak dinonaktifkan dimana Allah ‘azza wajalla telah memerintahkan untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya di dalamnya. Meskipun yang akan mendirikan shalat di masjid hanya Imam shalat dan Muadzin saja, atau hanya Imam shalat dan keluarganya saja.

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Hati dan Tentaranya

Diantara kesesatan sekte Murjiah menafikan peran amal jawarih dalam kesempurnaan Iman, mereka mengeluarkan amal jawarih dari musamma Iman.

Syaikhuna As Shadiq Al Hasyimi dan Syaikhuna Al Amin Al Haj Muhammad -hafidzhahumallah- ketika menjelaskan seberapa rusaknya keyakinan ini, di antara dalil yang mebuktikan rusaknya aqidah ini adalah hadist Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang hati dan tentaranya. Di dalam Shahihain, dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ
“Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh jasad, namun apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasad. Perhatikanlah, bahwa segumpal daging itu adalah hati!”

Imam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- dalam kitabnya Al Iman berkata:
"والقلب هو الملك والأعضاء جنوده، وإذا صلح صلح سائر الجسد، وإذا فسد فسد سائر الجسد.

"Sesunguhnya hati itu adalah pemimpin sedangkan tentaranya adalah anggota badan lainya, jika ianya (hati) ini baik, maka baik pula badan seluruhnya, namun jika rusak, rusak pula yang lainnya".

Baiknya hati tergambar dari baiknya perilaku, teko yang berisi susu bagaimanapun juga pasti akan mengeluarkan susu. sedang rusaknya hati tergambar dari rusaknya perilaku, buruk akhlaknya, bejat tingkah lakunya, telinganya mendengar, mata melihat namun hati tak mengerti apapun.

mata boleh melihat, telinga mendengar lisan berucap namun jika tak sampai ke hati, maka tetap dikatakan tidak ada keimanan.
begitupula ketika hati mulai dapat memahami, namun lisan mengingkari, perilakunya buruk, mata pura-pura buta, adalah pertanda Imannya dipertanyakan.

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Selamat berhari raya Idul Fitri teman-teman

Taqobbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

"Semoga amal kita selama bulan Ramadhan diterima di sisi Allah dan semoga kita digolongkan menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Aamiin"

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Belajar Jadi Baik:
*18 Wanita yang bersetatus Mahram bagi laki-laki*

A. Dari Jalur Nasab
1. Ibu
2. Anak perempuan
3. Saudari Perempuan
4. Bibi dari bapak
5. Bibi dari ibu
6. Anak Saudara (keponakan)
7. Anak Saudari (Keponakan)

B. Dari Jalur Pernikahan
8. Ibu Istri (Mertua)
9. Anak Istri (anak tiri) *bersyarat*
10. Istri dari anak (menantu)
11. Istri dari bapak (ibu tiri)
12. Mengumpulkan kaka beradik dalam satu ikatan pernikahan. Juga mengumpulkan antara wanita dan bibinya dalam satu ikatan pernikahan.

C. Dari susuan
13. Ibu susu
14. Saudari satu susuan
15. Bibi dari ibu susuan (jalur ayah)
16. Bibi dari ibu susuan (jalur ayah)
17. Anak dari saudara satu susuan
18. Anak dari saudari satu susuan

Demikian para wanita yang bersetatus mahrom bagi seorang laki-laki dewas, untuk para lelaki yang bersetatus mahram bagi seorang wanita balig maka sebaliknya, adapun selain yang disebutkan diatas maka mereka bersetatus ajnabi yang mempunyai hukum berbeda.

#belajarjadibaik #IndahnyaIslam

/channel/belajarjadibaikco

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Donload keutamaan tarawih

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Dari Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ .
.
“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur.” [HR. Muslim] #tadabburdaily
.
Orang ahli kitab ketika berpuasa, mereka makan sahur sebelum pertengahan malam dan mereka tidak makan sahur sama sekali. Kaum muslimin diberi keutamaan dalam berpuasa yaitu diberi kemudahan untuk makan sahur.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang untuk meninggalkan sahur, di mana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى المُتَسَحِّرِينَ
.
“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

t.me/belajarjadibaikco

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

@belajar_jadi_baik

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Setiap Pemimpin Akan Bertanggung Jawab Atas Setiap Yang Dipimpinnya

Diceritakan bahwa suatu ketika, kholifah Sulaiman bin Abdul Malik pergi untuk melaksanakan ibadah haji bersama Umar bin Abdul Aziz (yang saat itu belum menjadi khalifah). Sesampainya di Makkah, Sulaiman melihat dengan takjub, betapa banyaknya orang di Mauqif.

Khalifah Sulaiman lantas berkata kepada Umar bin Abdul Aziz: "Apakah engkau melihat orang-orang yang sangat banyak jumlahnya ini?"

Umar bin Abdul Aziz berkata: "Mereka hari ini adalah rakyatmu, tetapi mereka nanti, di Hari Kiamat, adalah musuhmu (karena engkau tidak memenuhi hak mereka -pent)."

Lantas Sulaiman bin Abdul Malik menangis tersedu-sedu.

📔 Manaqib Umar, Ibnul Jauzi

t.me/kisah

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

.
(َ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ)
[سورة القصص 24]

"Ya Rabb..
Sesungguhnya aku sangat
memerlukan kebaikan yanh Engkau
turunkan kepadalu"
.
.
Tak ada makanan
Tak ada minuman
Tak ada tempat tinggal
Tak ada keluarga
Tak ada teman
Tak merasakan ketentraman

Hanya dengan satu doa,
Terkabul semua keinginannya

_
#belajarjadibaik
#makan
#minuman
#keluarga
#art
#tadabbur
#khath

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Siapa orang yang pertama kali dioperasi? Dan siapa yang melakukan operasi pertama?

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanad yang bersambung kepada Nabi :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاهُ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ فَأَخَذَهُ فَصَرَعَهُ فَشَقَّ عَنْ قَلْبِهِ فَاسْتَخْرَجَ الْقَلْبَ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ عَلَقَةً فَقَالَ هَذَا حَظُّ الشَّيْطَانِ مِنْكَ ثُمَّ غَسَلَهُ فِي طَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ بِمَاءِ زَمْزَمَ ثُمَّ لَأَمَهُ ثُمَّ أَعَادَهُ فِي مَكَانِهِ وَجَاءَ الْغِلْمَانُ يَسْعَوْنَ إِلَى أُمِّهِ يَعْنِي ظِئْرَهُ فَقَالُوا إِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ قُتِلَ فَاسْتَقْبَلُوهُ وَهُوَ مُنْتَقِعُ اللَّوْنِ قَالَ أَنَسٌ وَقَدْ كُنْتُ أَرْئِي أَثَرَ ذَلِكَ الْمِخْيَطِ فِي صَدْرِهِ
حَدَّثَنَا
Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam didatangi Jibril shallallahu 'alaihi wasallam, saat beliau sedang bermain bersama anak-anak. Malaikat itu kemudian mengambil lalu merebahkan beliau, lalu membelah hatinya, mengeluarkan hati dan mengeluarkan segumpal darah darinya seraya berkata, 'Ini bagian setan darimu kemudian mencucinya dalam bejana dari emas dengan air Zamzam', kemudian malaikat menjahitnya dan kemudian mengembalikannya ke tempat semula. Anak-anak lalu datang dan mengadu kepada ibu susuannya, mereka berkata, 'Sesungguhnya Muhammad telah dibunuh.' Orang-orang lalu menyambut beliau dengan wajah pucat pasi (karena ketakutan) '." Anas berkata, "Aku telah melihat bekas jahitan tersebut pada dada beliau."

عَنْ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ - رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ - قَالَ : قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " بَيْنَا أَنَا عِنْدَ الْبَيْتِ بَيْنَ النَّائِمِ وَالْيَقْظَانِ، إِذْ سَمِعْتُ قَائِلًا يَقُولُ : أَحَدُ الثَّلَاثَةِ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ، فَأُتِيتُ، فَانْطُلِقَ بِي، فَأُتِيتُ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ فِيهَا مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ، فَشُرِحَ صَدْرِي إِلَى كَذَا وَكَذَا ". قَالَ قَتَادَةُ : فَقُلْتُ لِلَّذِي مَعِي : مَا يَعْنِي ؟، قَالَ : " إِلَى أَسْفَلِ بَطْنِهِ، فَاسْتُخْرِجَ قَلْبِي، فَغُسِلَ بِمَاءِ زَمْزَمَ، ثُمَّ أُعِيدَ مَكَانَهُ

Dari Malik bin Sha'sha'ah seorang laki-laki dari kaumnya, dia berkata, Nabi "shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika aku berada di tepi Baitullah dalam keadaan separuh tidur, tiba-tiba aku mendengar pembicaraan salah seorang dari tiga lelaki yang berada di tengah-tengah. Lalu mereka menghampiri aku dan membawa aku ke suatu tempat. Kemudian mereka membawa sebuah wadah dari emas yang berisi air Zamzam. Setelah itu dadaku dibedah dari sini dan sini." Qatadah berkata, "Aku telah bertanya kepada orang yang bersamaku, 'Apakah yang beliau maksudkan? ' Dia menjawab, 'Hingga ke bawah perut beliau'. Beliau melanjutkan sabdanya: 'Hatiku telah dikeluarkan dan dibersihkan dengan air Zamzam, kemudian diletakkan kembali di tempat asal.

Ternyata sebelum Az Zahrowi, ilmu belah-membelah atau dikenal dengan operasi sudah lebih dulu dilakukan oleh malaikat utusan Allah ketika membelah dada Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Wallahu a'lam

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

K A F I R

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dengan sanad yang bersambung kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " الدَّجَّالُ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ، مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ ". ثُمَّ تَهَجَّاهَا : " ك ف ر، يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ

Dari Anas bin Maalik berkata, bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda : Dajjal itu salah satu matanya buta, dan tertulis diantara kedua matanya "KAFIR" (Nabi kemudian mengejanya "Kaf Fa Ra", setiap muslim bisa membacanya.

Belakangan ini, kata Kafir mulai berusaha disamarkan oleh beberapa oknum, yang entah apa misi yang ia bawa, dengan alasan akhlad dan adab bermuamalat, mereka beralasan sebaiknya kata "kafir" tidak digunakan atau mungkin dihapus saja, kemudian diganti dengan kata yang menurut mereka lebih lembut "nonMuslim".

Apakah ini juga termasuk nubuah dari Nabi, salah satu penyebab orang-orang buta akan kata كفر (Kafir) yang nantinya akan ada tertulis di jidat DAJJAl.

karena terlalu keras akhirnya diganti, dihapus, bahasa yang menjadi asal kata Kafir ini (Bahasa Arab) pun mulai dianggap tidak penting, dijauhi dan akhirnya benar-benar buta dengan kata (كفر) KAFIR.

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

tujuh ayat yang diulang-ulang

Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.

Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku.

Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.

Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.

Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku.

Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.

Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”

[HR. Muslim]

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

Bagaimana mungkin seorang Nabi Allah bisa dikalahkan?


Diriwayatkan dari Hathib Bin Abi Balta'ah -radhiyallhu anhu-, bahwa ketika beliau diutus oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kepada Makukus seorang nasrani Raja Alexandria, untuk diajak memeluk agama Islam, Makukus si nasrani bertanya kepada Hathib bin Abi Balta'ah tentang perang yang terjadi antara Nabi dengan kaum musyrikin, perang yang selalu dimenangkan oleh Nabi dan pernah dimenangkan sekali oleh kaum musyrikin ketika perang Uhud, :

"Bagaimana mungkin seorang Nabi Allah bisa dikalahkan ketika perang?" -dengan nada mencemooh-

Hathib menjawab :
"Bagaimana mungkin seorang anak Allah bisa disalib?"
.
Si nasrani Makukus pun terdiam.
.
.
@belajar_jadi_baik

Читать полностью…

Belajar Jadi Baik

@belajar_jadi_baik

Читать полностью…
Subscribe to a channel